
Leuit merupakan lumbung padi atau tempat yang digunakan sebagai wadah menyimpan hasil panen warga. Sekilas, leuit berbentuk seperti rumah panggung dengan satu pintu tanpa jendela.
Mengutip dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, karakteristik bangunan dan ruangan leuit berbentuk nyikas, yakni kecil di bagian bawah dan besar di bagian tengah hingga atas. Leuit umumnya dibangun dari kayu, bambu, ijuk, dan daun kiray.
Secara umum, fungsi leuit adalah untuk kepentingan pangan sehari-hari. Selain itu, leuit juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan padi hingga panen berikutnya tiba.
Keberadaan leuit menjadi suatu hal penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat setempat, khususnya di Jawa Barat. Adapun sirkulasi padi di leuit dilakukan dengan cara menyimpan padi yang baru dipanen di atas tumpukan padi yang sudah ada.
Sementara, untuk mengeluarkannya, padi pada tumpukan paling atas diambil terlebih dahulu, dibandingkan mengambil padi di tumpukan bawah. Hal ini menunjukkan betapa pola penyimpanan padi di leuit sudah tertata dengan baik. Cara ini pun otomatis membuat padi awet karena mampu bertahan dalam jangka waktu hingga 20 tahun.
Tiga kasepuhan di Kabupaten Sukabumi (Sinar Resmi, Cipta Mulya, dan Cipta Gelar) mengenal jenis leuit yang dibagi menjadi tiga, yakni leuit olot (pemimpin kasepuhan), leuit si jimat (komunitas), dan leuit masyarakat.
Leuit olot merupakan leuit yang digunakan untuk kepentingan pemimpin kasepuhan, sedangkan leuit si jimat merupakan leuit komunal yang padinya dapat dikeluarkan saat ada kekurangan pangan dan upacara tradisional berskala besar.