Baduy Dalam

Tiga permukiman utama Baduy Dalam adalah Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo. Area ini merupakan kawasan lindung yang ditetapkan oleh Peraturan Daerah Lebak Nomor 2 Tahun 2014. Wilayah ini memiliki topografi berbukit dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 325 meter di atas permukaan laut (dpl) di bagian utara hingga 900 meter dpl di bagian selatan, tempat titik tertinggi ditemukan. Secara geologi, area ini sebagian besar terbentuk dari endapan vulkanik kuarter, khususnya formasi Baduy dan Cimapag, bersama dengan batuan vulkanik dari Gunung Endut, tanah liat, dan tuf Citorek. Formasi-formasi ini membentuk Pegunungan Bayah, yang umumnya tersusun dari pasir, lanau, lumpur, dan sisa-sisa tanaman. Jenis tanah yang dominan adalah latosol.[6]

Iklim di desa tradisional Baduy memiliki suhu rata-rata tahunan 26,5 °C, dengan fluktuasi musiman yang minimal; suhu biasanya berkisar dari minimum 26,1 °C pada bulan Februari hingga maksimum 26,8 °C pada bulan Mei, September, dan Oktober. Curah hujan bulanan rata-rata adalah 171,1 mm, yang dikategorikan sebagai sedang. Curah hujan ini berkontribusi pada kelembaban relatif rata-rata 81% dengan tingkat terendah (76%) terjadi pada bulan Agustus dan September dan tertinggi (85%) pada bulan Februari. Area ini terletak di dalam daerah aliran sungai (DAS) Ci ujung, dengan Sungai Ciujung melintasi wilayah dari hulu yang berhutan di bagian selatan hingga hilir di bagian utara. Penggunaan lahan di Baduy Dalam bervariasi, terdiri dari tujuh kategori yang berbeda: kampung (permukiman), leuit (lumbung padi), huma (lahan kering), jami (kebun campuran), reuma (hutan sekunder tua), leuweung lembu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Product has been added

No products in the cart.

Explore Food Items

No products in the cart.